SUKABUMITREN.COM - Sebuah mobil pick-up bernomor polisi F-8202-HA, yang tengah membawa muatan jambu merah, pada Sabtu, 22 Maret 2025, sekitar pukul 13:00 WIB, terbalik di Jalan Raya Nagrak-Cibadak, Kampung Ciawitali, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Sebelum terbalik, mobil pick-up ini juga sempat menabrak mobil Wuling warna putih, bernomor polisi D-1563- AKG.
Warga setempat bernama Arifin mengatakan, kecelakaan lalulintas ini bermula saat mobil pick up itu melintas dari arah Karangtengah menuju Cibadak, melalui jalan alternatif Nagrak. “Setiba di lokasi, diduga mobil pick up itu mengalami rem blong, lalu menyeruduk mobil Wuling putih yang datang dari arah berlawanan,” kata Arifin.
Mobil membawa muatan jambu merah
Baca juga: Info Lowongan Kerja Update ke 96
Akibat kejadian ini, mobil pick up ini langsung terbalik. Muatannya pun berserakan di badan jalan. Sedangkan mobil Wuling putih mengalami kerusakan di bagian badan sebelah kiri. Arifin menilai, kondisi jalan yang penuh lubang ikut menjadi penyebab terjadinya kecelakaan itu.
“Iya, jalan ini penuh lubang dan kondisinya bergelombang, serta banyak aspal yang terkelupas. Kalau tidak hati-hati saat melintasi jalan ini, dapat dipastikan berpotensi kecelakaan. Apalagi, sampai rem blong,” ujar Arifin.
Mobil diduga mengalami rem blong
Baca juga: Info Lowongan Kerja Uptdate ke 95
Lelaki berusia 48 tahun ini mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun, akses lalulintas di jalan itu sempat tersendat, akibat setengah badan jalan tertutup mobil pick-up yang terbalik.
“Kalau korban jiwa tidak ada. Hanya saja, sopir pick-up maupun sopir mobil Wuling mengalami luka-luka,” ucap Arifin.
Mobil dievakuasi bersama oleh warga
Baca juga: Bengkel Tambal Ban dan Kontrakan di Cikukulu Sukabumi Terbakar, Kerugian Capai Rp 100 Juta
“Mobil pick-up yang terjungkal itu berhasil dievakuasi bersama warga, setelah satu unit alat berat dari proyek Jalan Tol Ciawi -Sukabumi (Cisuka) Seksi 3 diterjunkan ke lokasi. Alhamdulillah, sekarang, kondisi jalan sudah berangsur normal kembali,” tutur Arifin. (*)